Selasa, 25 Mei 2010

Pengamatan dilingkungan tempat tinggal

1. Melakukan pengamatan dilingkungan tempat tinggal

Menurut pengalaman yang saya lakukan. Mengiringi datangnya musim hujan, fenomena genangan air dan banjirpun hadir dilingkungan kita. Kini kejadian tersebut seakan sudah menjadi agenda rutin yang harus dialami dan dihadapi oleh kita semua. Tidak hanya terjadi secara sporadis di beberapa wilayah namun sudah hampir merata di seluruh wilayah Nusantara. Ketika hujan turun, maka kita dapat melihat banyak bagian dari wilayah sekitar yang dengan cepat dan mudah menjadi tergenang. Sejalan dengan peningkatan waktu (lama) dan volume (besaran) hujan maka banjirpun tak dapat terelakkan.


2. Melakukan identifikasi masalah yang terdapat didalam tempat tinggal

Identifikasi yang saya lakukan, banjir yang terjadi dilingkungan kita memang sudah jadi tradisi didaerah kita. Itu semua terjadi karena ulah dari kitanya sendiri. Menjadi persoalan yang kian serius ketika banjir makin membesar baik dalam skala maupun frekuensinya. Apalagi ketika sudah sampai pada tingkatan bencana, maka akan ada lebih banyak kerugian. Tidak hanya rusaknya sarana dan prasarana sosial ekonomi yang menjadi persoalan. Tapi, kenyamanan dan keamanan dalam beraktifitas secara sosial-ekonomi juga akan kian terasa mengganggu.


3. Melakukan analisa

Menurut analisa yang saya lakukan, banyak praktek-praktek keseharian masyarakat yang dapat memacu semakin besarnya peluang dan terjadinya banjir. Sebagai gambaran, masih minimnya kesadaran kita dalam memberikan perhatian terhadap daerah resapan air di sekitarnya. Ambil contoh, seberapa banyak dari kita yang telah memperhitungkan dan membandingkan luasan bangunan rumah terhadap luasan daerah resapan air di halaman depan dan belakang rumah?
Selain itu masih banyak kita jumpai adanya kebiasaan / budaya membuang sampah pada badan air (sungai, danau, rawa) dan saluran pembuangan air turut pula memperparah banjir yang terjadi. Sampah-sampah yang tidak dibuang pada tempatnya tersebut berperan sebagai penghambat dan penyumbat kelancaran aliran air.


4. Melakukan pemecahan permasalahan / mencari solusinya


Lalu apa yang bisa kita bisa perbuat guna mencegahnya? Sebagai perencana rumah saya berpendapat ada hal kecil yang yang bisa lakukan di dalam merencanakan rumah tinggal kita. Sebagaimana yang saya jelaskan di atas, bahwa di kota-kota besar jumlah permukaan yang memiliki daya serap air semakin sedikit akibat pembangunan. Janganlah anda salah satu orang membuatnya semakin sedikit.
- Gunakan bahan paving stone untuk lahan parkir anda atau bahan/material yang memiliki daya serap yang baik, jangan tutup dengan beton atau bahan-bahan material yang membuat air yang tidak terserap ke tanah di lingkungan rumah anda.
- Rencanakanlah instalasi saluran air buangan dan air hujan dengan baik. Buatlah sumur resapan air hujan. Gunakan prinsip konservasi (perlindungan air bawah tanah), biarkan air meresap ke tanah anda, sehingga tidak terbuang percuma ke saluran kota. Dengan ini anda juga membantu mengurangi beban saluran air kota, yang pada akhirnya merupakan langkah kecil kita mencegah banjir.
- Buanglah sampah pada tempatnya.jangan buang di saluran air kota atau sungai-sungai
Semoga informasi yang sedikit ini bermanfaat dan menambah kepedulian kita tentang cara membangun yang berwawasan lingkungan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar